Sukses di Usia Muda dengan Bertani

Bogor, Pemuda Tani Indonesia kembali melaksanakan agenda Dialog Tani Nasional Seri II. Agenda yang bertema “Sukses di Usia Muda Dengan Bertani” ini bekerja sama dengan Himasep Universitas Djuanda Bogor.

Hadir sebagai Narasumber Aang Permana (Juara Kick Andy Heroes 2017) serta Juwita Juju (Petani muda sukses). Acara ini dipandu oleh Suroyo selaku ketua harian DPP Pemuda Tani Indonesia.

Dalam pengantarnya, Suroyo menyampaikan ada dua kondisi memprihatinkan dari sisi SDM Pertanian di Indonesia. Yang pertama yaitu umur rata rata petani di atas 45 tahun (tidak muda) serta tingkat pendidikan petani yang masih sangat rendah. Padahal banyak pemuda dan sarjana pertanian yang mengenyam pendidikan pertanian di Indonesia.

Aang Permana adalah pemuda yang sukses dalam usaha pengolahan ikan, aang memanfaatkan ikan buangan yang awalnya hanya menjadi makanan ternak namun setelah melalui proses pengolahan aang dapat menjadi ikan petek bernilai ekonomis tinggi

Aang menceritakan pengalamannya yang keluar dari zona nyaman untuk kembali ke desa dan melakukan perubahan terhadap lingkungan sekitar.

Aang lahir dari latar belakang sederhana, untuk sekolah aang harus menggunakan Surat Keterangan Tidak mampu
“saya dari kecil banyak di bantu oleh banyak orang, saat dewasa saya bekerja di perusahaan migas dengan gaji besar namun hanya saya dan keluarga yang menikmati oleh sebab itu saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan kembali ke desa dengan memberdayakan masyarakat desa dalam usaha ini” Ungkap Aang.

Senada dengan Aang Permana, Juwita Juju yang merupakan petani ciplukan menyampaikan “masih banyak lagi potensi komoditas pertanian yang masih belum tersentuh oleh masyarakat Indonesia. Artinya ini merupakan peluang bagi kita untuk bisa berwirausaha. Kalau bukan kita siapa lagi, 350 tahun kita dijajah, jangan sampai sekarang kita dijajah lagi dari sisi ekonominya”

Juju merupakan petani yang memanfaatkan tanaman yang tumbuh secara liar bernama ciplukan dan saat ini juju sudah membudidayakan ciplukan dan orang pertama yang membudidayakan ciplukan**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *