Pemuda Tani Gelar ASEAN Farmer Youthcamp 1

Bali, Dalam rangka meningkatkan kerjasama antar pemuda di ASEAN, Pemuda Tani Indonesia Gelar ASEAN FARMERS YOUTHCAMP I yang di ikuti oleh perwakilan Pemuda dari negara – negara ASEAN dan Pemuda dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Kegiatan di buka dengan Seminar Internasional yang di hadiri oleh para tokoh Internasional dan Nasional seperti Fary Francis Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Mohamad Hekal Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Haerul Saleh Anggota Komisi XI DPR RI, Agung Jelantik Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Ali Fahmi dari La Via Campensina Asia Tenggara dan Asia Timur

Dalam orasinya Fary Francis Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia menyampaikan “Generasi Muda merupakan tulang punggung bangsa dan memiliki peran yang sangat besar dalam perubahan suatu bangsa namun di era sekarang sangat sedikit pemuda yang mau berjuang dalam dunia pertanian oleh sebab itu Pemuda Tani Indonesia mengajak seluruh Generasi muda untuk terjun kedalam dunia pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan”

“Mengutip pesan bung karno : soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa! dan Saat ini kita menghadapi ancaman krisis pangan global dan keterlibatan pemuda merupakan salah satu solusi untuk untuk mengatasi ancaman itu dengan Pemuda telibat aktif dalam memenuhi kebutuhan pangan, saya yakin kita akan mampu berdaulat pangan” tegas fary

Untuk memujudkan kedaulatan pangan di butuhkan sinergisitas dari semua Steakholder, salah satunya adalah BUMN, Mohamad Hekal wakil Ketua Komisi VI DPR RI menegaskan “BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pertanian berkelanjutan sehingga pertanian Indonesia dapat menguasai pasar pangan Global dan tidak menjadi negara pengimpor pangan”

Hekal menyayangkan “Saat ini kondisi alih fungsi lahan cukup masif, lahan pertanian produktif berubah menjadi perumahan. Indonesia harus memiliki BUMN yang fokus terhadap pembelian lahan pertanian, sehingga bila ada petani yang terpaksa menjual lahanya karena kebutuhan, lahan tersebut di beli oleh Negara melalui BUMN dengan begitu lahan pertanian yang produktif tetap terjaga”

“Antar BUMN harus bersinergi tidak bisa berdiri sendiri- sendiri, harus ada sinergi dan visi bersama, Kedaulatan pangan bukanlah jargon namun tapi tujuan dan cita-cita yang harus kita wujudkan” tegas hekal

Setelah seminar Internasional, agenda dilanjutkan pelatihan pertanian di Pusat Pelatihan Pertanian Somya Pertiwi di tabanan bali dan kunjungan lapang ke Jatiluwih Rice Terrace yang merupakan daerah Persawahan terasering dengan pemandangan indah yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Kegiatan ini di dukung oleh Perusahaan Listrik Negara, Jasa Raharja, Adhi Karya, Waskita Karya, Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara, Pupuk Indonesia Holding Company.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *