Beras Impor; Lalu kali ini untuk siapa?

Serang – Awal januari masyarakat dikejutkan dengan kebijakan pemerintah melalui Kementrian Perdagangan untuk mengimpor beras sejumlah 500.000 ton dengan dalih untuk menjaga stabilitas keamanan pangan.

Berdasarkan laporan dari Bulog jumlah stok pangan beras mencapai 800.000 ton sedangkan angka aman untuk stabilitas pangan berada di angka 1 juta ton.
Disaat yang bersamaan juga Kementrian Pertanian RI melalui biro humas dan pusat data dan informasi menyampaikan bahwa 3 bulan kedepan masuk periode masa panen raya sehingga akan menambah pasokan, kedepannya stok pangan dalam angka aman.

Namun pemerintah melalui kementerian perdagangan menepis hal tersebut, demi menjaga stabilitas keamanan pangan dalam negeri maka impor beras perlu dilakukan.
Tidak sampai disitu, memasuki bulan ramadhan pemerintah melalui Mentri Perdagangan menyampaikan “Tidak usah ada kekhawatiran, Insya Allah kita akan memasuki bulan suci ramadhan seperti di tahun 2017. Stoknya aman, ini sampai 4-5 bulan rata-rata,” ujar Enggartiasto usai melakukan teleconference dengan seluruh Kadivre Bulog di Gedung Bulog Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (19/4/2018).

Namun, setelah ditandatanganinya kesepakatan pembelian beras sebanyak 300.000 ton dari Vietnam dan 200.000 ton dari Thailand diberitakan di laman vov.vn (The Voice of Vietnam Online) dengan judul “Import Demand Continues Boosting Vietnam’s Rice Export”. Chairman VFA (Asosiasi Makanan Vietnam), Nguyen Ngoc Nam menyampaikan bahwa The Vietnam Southern Food Corporation dan The Vietnam Northern Food Corporation telah diundang Perum Bulog dan diminta untuk menyuplai beras, dengan realisasi kontrak sepanjang bulan April – Juli 2018.

Menggapi hal tesebut Febri Wahyu Ramadan Ketua BEM KBM Fakultas Pertanian Untirta menyampaikan “saya melihat adanya ketidak sinkronan data disini, di awal tahun pemerintah mengeluarkan kebijakan impor dengan pertimbangan menjaga stabilitas keamanan pangan dalam negeri lalu dipertengahan tahun kembali diberlakukan hal yang sama dan pada tanggal 6 juli 2018 22.500 ton beras asal vietnam masuk ke Pelabuhan Merak Mas, Cilegon Banten, Saya rasa ketahanan pangan di era pemerintahan Jokowi semakin diragukan, pasalnya kebijakan impor beras tentunya akan merubah struktur harga gabah ditingakatan petani dan mengancam kesejahteraan petani,.

Padahal diawal periode pak jokowi mengkampanyekan “Negara harus hadir dan mensejahterakan petani’. seharusnya pemerintah melalui Bulog dapat menyerap gabah ditingakatan petani sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan petani dapat merasakan keberadaan pemerintah yang dalam hal ini hadir dan membantu petani, dan juga pemerintah harus benar-benar mengamalkan UU No 18 tahun 2012. Jika benar-benar serius mengurusi pangan pemerintah perlu membentuk lembaga pangan yang mempunyai otoritas kuat untuk mengkoordinasikan, mengatur dan mengarahkan lintas sektor dalam berbagai kebijakan sehingga tidak ada lagi yang namanya perbedaan data dan saling klaim dari setiap kementrian mengenai data pangan ini, ujar Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *